Tuesday, March 10, 2009

Kesan Perjalanan Di Loksado


Perjalanan mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan secara rutinitas setiap tahunnya bagi kami mahasiswa biologi sebagai syarat dalam mata kuliah ekologi. Belum pernah saya alami selama ini, praktikum lapangan dengan tujuan pendakian gunung meratus. Pada semester 4, saat itu saya mengambil mata kuliah ekologi sekaligus praktikan, ini perjalanan dan pengalaman pertama saya. Trus pada tanggal 13 November 2008 kami berangkat ke Tanuhi, ini merupakan perjalanan kedua bagi saya, tapi kali ini saya tidak menjadi praktikan melainkan sebagai asisten yang tentunya mengemban tugas yang cukup berat.
Awalnya saya mengira ini akan menjadi praktikum lapangan yang berat, apalagi kami akan berkemah di atas gunung meratus yang cukup tinggi. Namun ternyata setelah dijalani, saya merasa bahwa saya mendapatkan banyak ‘hal’ baru dalam perjalanan ini. Ada banyak pengetahuan yang saya dapatkan.
Ketika saya melihat bagaimana panorama alam yang ada di sana, maka saya terkejut……saya tidak pernah menyangka ada berbagai keindahan yang mampu ditemui. Tentang jernihnya air sungai, kokohnya gunung yang menjulang dan terutama saat saya melihat bagaimana indahnya ketika cahaya sang surya menyapa pagi kami lewat celah-celah dedaunan.


Sungguh, saya merasa bahagia sekali pernah menjadi bagian dari perjalanan ini. Walaupun mungkin saya merasa berat ketika kami harus berjalan jauh untuk menuju gunung, terjal dan curamnya gunung yang kami daki. Tapi sepertinya semua itu tidak ada artinya jika saya memandang perjalanan ini secara keseluruhan.
Sebetulnya tidak hanya keindahan alam yang bisa saya nikmati di sana, ada hal lain yang lebih bermakna dari sekadar memandang alam, yaitu saya semakin sadar bahwa saya hanya sebuah bagian kecil dari alam. Ya, alam menyimpan berbagai keanekaragaman yang sungguh menakjubkan. Berbagai spesies flora dan fauna yang saya temui di sana telah mengungkapkan hal ini. Sungguh saya merasa kecil ketika saya menyadari hal ini. Betapa kesombongan yang ada terasa luluh ketika tahu bahwa saya hanyalah titik kecil dari dunia yang luas, saya adalah hal kecil dari sekian banyak ciptaan yang telah dihidupkan ke dunia. Dan semua yang Tuhan ciptakan itu tidak ada satu pun yang diciptakan-Nya tanpa membawa manfaat bagi penghuni bumi lainnya.
Satu hal lagi yang saya petik dari perjalanan ini, bahwa sekarang saya jadi merasa lebih mengenal teman-teman saya satu angkatan. Saya jadi merasa lebih dekat dengan mereka, walaupun mungkin selama di sana saya tidak berhubungan secara dekat, tapi saya merasa bahwa kami bukanlah lagi hanya orang-orang yang dipertemukan karena kami memiliki kesamaan dalam hal studi, tapi lebih, karena ini adalah scenario dari Allah. Sungguh sebuah pertemuan yang dirancang dengan tujuan yang lebih indah dari itu.
Saya merasa kami seperti sebuah keluarga. Sungguh saya merasa terkesan karena di sana saya mendapati sosok baru yang sebelumnya tidak pernah saya kira mereka memiliki sosok seperti itu. Semua dari kami menunjukkan sifat asli kami yang selama ini mungkin tertutupi. Namun sekali lagi, semua itu bukannya lantas menjadikan kami semakin renggang hubungannya, tapi menjadikan kami lebih erat. Sebagian yang lain merupakan pengingat bagi yang lainnya. Mungkin bisa dijabarkan seperti ini, ketika salah satu dari kami melakukan kesalahan maka yang lainnya tidak akan sungkan untuk mengingatkan. Tak hanya itu, kami menjadi lebih terbuka mengungkapkan perasaan dan harapan kepada sebagian yang lainnya. Sungguh ini lebih berarti dari pada sekadar praktikum lapangan biasa.
Menyelami berbagai makna di atas, mungkin hanya sedikit jika dibandingkan dengan banyaknya pelajaran yang telah kami ambil dari perjalanan ini. Tidak semuanya mampu tertulis dalam bentuk kata-kata. Tapi menurut saya yang terpenting bahwa rasa kebersamaan yang telah tercipta ini benar-benar tersimpan dalam sanubari kami. Bahwa kami adalah bagian dari alam, bahwa kami adalah kecil di hadapan Sang Pemilik Ilmu, bahwa kami tidak sehebat yang kami duga sebelumnya. Menurut pandangan saya selama perjalanan sangat berkesan karena berkat perjalanan itu kami dapat melihat secara langsung perbedaan flora yang ada di hutan tropis yang sangat bervariasi dan interaksi di dalamnya, pada daerah bawah gunung terdapat banyak hutan bambu, sedangkan pada pertengahan dan puncak gunung kebanyakan merupakan jenis dari liana dan epifit, dengan deskripsi permukaan tanah sangat licin dan lembab sehingga terdapat banyak jamur (karena tentang itu yang lebih banyak kami amati)sehingga tidak semua jenis jamur dapat kami ketahui, baik itu dari batang pohon yang sudah tumbang, maupun pada permukaan tanah, begitu pula dengan hewan yang ada di sana di antaranya, kupu-kupu, serangga, burung, dan sebagainya, yang di dominasi oleh serangga, dengan begitu membuat saya sadar bahwa ilmu yang saya miliki selama ini hanya sedikit. Manfaat dari kerja sama pun sangat di rasakan, karena pada saat itulah saya merasa bahwa sesungguhnya kita ini lemah tanpa bantuan orang lain, baik dari teman maupun para asisten. Sampai akhirnya melihat pemandangan yang indah dan belum pernah dilihat sebelumnya di antaranya pengaruh ladang berpindah dan gunung kapur yang jauh tetapi terlihat jelas dengan perjalanan yang sangat melelehkan dan begitu berkesan ternyata tidak ada yang sia-sia, semuanya telah di atur seperti rantai makanan. Pada keberangkatan saya yang kedua banyak sekali perbedaan hutan semakin hancur karena adnya penebangan liar dan ladang berpindah. Ketika awal pendakian saya merasa sedih karena melihat bambu-bambu yang belum di manfaatkan berserakan padahal itu memiliki nilai ekonomis. Pada saat hampir sampai di atas gunung saya lebih sedih lagi melihat penebangan liar, karena hutan tropis itu sangat bermanfaat bagi manusia di daerah sekitar maupun bagi masyarakat yang jauh, di antaranya sebagai pusat penelitian, karena di sana menyimpan banyak rahasia alam yang belum terungkap, di antaranya jenis tumbuhan yang sangat bervariasi dan belum diketahui namanya, begitu pula dengan hewan yang kami temui seperti kaki seribu, tetapi sangat besar dan belum pernah kami lihat sebelumnya, yang mungkin hanya terdapat di wilayah hutan tropis.
Akan kah hutan yang kita punya selama ini hancur begitu saja oleh tangan-tangan mahluk Tuhan yang paling mulia ini ?? Apakah anak cucu kita masih dapat menikmati hutan yang kita punya sekarang ini?? Jawaban misteri ini ada di tangan kita sendiri........

0 comments on "Kesan Perjalanan Di Loksado"

Post a Comment


Gabung di sini yaa...!!!

 

CheN_poenya_Blog!!! Copyright 2008 Fashionholic Designed by Ipiet Templates Supported by Tadpole's Notez