Thursday, June 25, 2009


TUGAS EKOLOGI LAHAN BASAH

Nama : Cendrawati Pangabdi

NIM : J1C106016

Dosen Mata Kuliah : Drs. Krisdianto, M.Sc


Artikel Tentang Damit dan Pantai Tabanio

Lahan Rawa Gambut, Lingkar Utara Kabupaten Banjar

Kalimantan Selatan mempunyai luas wilayah 12.930 hektar, yang merupakan 2,77 persen dari luas Kabupaten Banjar. Lahan rawa gambut ini cukup berpotensi untuk dimanfaatkan. Menurut hasil observasi saya bersama tim yang lain, lahan rawa gambut di sini memiliki karakteristik tanah, yaitu tanahnya berwarna hitam dan berbau asam (bau gambut). Kami mengambil dua sampel untuk tanah, yaitu tanah pada bagian yang letaknya agak di pinggir atau dekat dengan tanah urugan dan tanah yang letaknya di tengah-tengah rawa. Setelah diperhatikan kedua sampel tersebut, warnanya berbeda. Tanah yang letaknya ditengah rawa warnanya lebih hitam daripada tanah yang letaknya di pinggir atau dekat tanah urugan. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh akar tanaman Kayu Galam serta Purun Tikus yang tumbuh subur di tengah rawa serta proses pembusukan yang tidak sempurna itu terjadi di bawah akar tanaman. Sehingga apabila dibandingkan dengan tanah yang letaknya dipinggir tidak terjadi pembusukan serta tanah tersebut telah terkontaminasi keadaan didekatnya. Sebagian besar lahan memang sudah diurug tanah yang digunakan untuk lahan pemukiman yang dapat mendatangkan keuntungan secara ekonomi bagi pengembangnya. Selain itu, rencananya akan dibangun saluran irigasi PDAM di daerah tersebut, yang akan menyuplai air bersih di daerah sekitarnya.

Selanjutnya untuk pengukuran suhu di dapat suhu yang berbeda. Di bagian yang dangkal, suhunya 28 Celcius. Sedangkan di bagian yang dalam, suhunya 29Celcius. Dapat kami simpulkan bahwa di bagian dalam rawa tersebut suhunya lebih tinggi dibandingkan bagian dangkal. Hal ini terjadi karena ada suatu proses peristiwa atau reaksi baik itu secara kimia atau biologi yang terjadi di kedua bagian tersebut yang menyebabkan perbedaan suhu.

Untuk mengetahui tingkat keasaman(pH) dan kelembaban tanah digunakan alat yang dinamakan Soil Tester, yaitu alat yang berfungsi untuk mengukur tingkat keasaman (pH) dan kelembaban tanah. Tingkat keasaman pada tanah gambut di sini adalah 5,5 dan kelembaban tanahnya 50%.


Vegetasi yang ditemukan di lahan rawa gambut tersebut adalah vegetasi tumbuh-tumbuhan. Yang berpotensi untuk dimanfaatkan pada lahan gambut tersebut, seperti tanaman Rumpun Tikus berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai penyerap logam berat untuk daerah rawa dan bekerja secara adsorbsi. Pohon Kayu Galam merupakan tanaman rawa gambut yang dapat dimanfaatkan untuk fondasi bangunan rumah, khususnya pembangunan rumah di daerah berair karena Kayu Galam sangat kuat dan tahan air. Selain dua vegetasi tumbuhan tersebut ditemukan tumbuhan lain seperti tumbuhan paku atau nama lainnya adalah Kelakai, yaitu tanaman jenis paku-pakuan, bermanfaat untuk dijadikan sebagai bahan pewarna sintetis karean kandungan warna merah alaminya dan sebagai sayuran yang dapat meningkatkan hemoglobin darah dan teratai yang banyak tumbuh di tengah-tengah rawa.

Lahan di rawa gambut sepertinya sudah dilakukan pengerukan. Hal ini mununjukkan bahwa di kawasan rawa ini akan didirikan bangunan. Munurut saya hal demikian tidak memungkinkan untuk dilakukan sebab kondisi tanah yang memprihatinkan apalagi untuk bangunan. Dengan didirikan bangunan maka akan mengurangi daerah resapan air.

RAWA BUATAN (BENDUNGAN) DAMIT

Damit adalah sebuah desa yang terletak di salah satu rangkaian pegunungan Meratus dan wilyahnya terletak di dataran tinggi yang hampir seluruhnya tertutup padang ilalang dan hutan-hutan kecil. Damit merupakan salah satu daerah tangkapan air yang sangat penting yang terletak dikawasan selatan pulau Kalimantan. Kawasan ini merupakan contoh dimana hutan telah rusak dan intervensi manusia harus dilakukan untuk mendapatkan air. Di rawa buatan atau bendungan inilah beberapa anak sungai kecil dan air hujan ditampung untuk keperluan perikanan dan pertanian. Namun demikian flora dan fauna di kawasan ini menunjukkan kemungkinan adanya degradasi lingkungan dalam skala yang luas di sana. Selain itu kawasan ini juga menjadi mendapatkan tekanan dari berbagai aktivitas kehidupajn manusia. Masyarakat hidup dari bertani, membudidayakan ikan, berkebun dan lain-lain aktivitasnya. Sehingga mereka dapat berperan dalam kegiatan ekonomi, hukum, pemerintahan, dan kemasyarakatan lainnya. Banyak sekali indikator yang dapat digunakan untuk menilai peran masyarakat yang hidup di kawasan rawa ini.

Apabila kondisi vegetasi hutan yang mulai jarang di daerah Damit, maka air hujan yang mengguyur gunung itu tak dapat diserap oleh vegetasi hutannya, akibatnya air tersebut turun ke daerah rendah. Selain itu, daerah resapan merupakan komponen penting dalam sistem tata air di daerah itu. Tata air dapat diartikan sebagai suatu kondisi alami yang menggambarkan kejadian hidrologi dari sejak penerimaan air hujan, penyimpanan, pengisian sumber-sumber air, luaran air dan kehilangan air yang terjadi di suatu wilayah/daerah. Proses tersebut seharusnya berjalan secara normal dan seimbang. Daerah Damit sebagian besar digunakan untuk areal pertanian dan perkebunan karet.


Dari observasi yang dilakukan langsung ke desa Damit, di rawa tersebut terdapat banyak tanaman kangkung dan beberapa tanaman teratai. Airnya juga mempunyai tingkat keasaman normal yaitu mendekati basa, sementara itu harga pH tanahnya 6,5 dan kelembabannya 51%. Untuk suhu air dan pHnya yang berada di dangkal adalah 25 celcius dengan pH 8 dan yang berada di dalam adalah 28,5 celcius dengan pH 9. Siklus hidrologi yang terjadi berupa evotranspirasi dan evavorasi. Evotranspirasi air langsung menguap ke atmosfer dan apabila mengalami titik jenuh air maka presipitasi terjadi. Sedangkan siklus hidrologi dengan proses evaporasi yaitu proses penguapan air ke atmosfer dari tubuh-tubuh air yang ada di bumi baik dari laut, sungai maupun danau. Siklus hidrologi berawal dari air permukaan bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau, makin landai dan makin sedikit pori-pori tanah maka aliran pada permukaan semakin besar. Bendungan yang mengaliri persawahan dan sungai mengalami penguapan menjadi uap gas akibat adanya panas matahari. Setelah itu terjadinya kondensasi, uap tersebut ada yang langsung membentuk awan di atas permukaan daratan dan sekitarnya. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah aliran sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan di sekitar DAS menuju laut. Air yang ada di laut kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air selanjutnya akan turun (presipitasi) dalam bentuk hujan. Pasokan air di daerah ini sangat minim sehingga masyarakat disekitar dan pemerintah daerah membuat bendungan untuk mencukupi pasokan air guna memenuhi kebutuhan masyarakat seperti bertani, membudidayakan ikan-ikan, berkebun dan berbagai aktivitas lainnya. Mengingat potensinya, daerah kawasan tangkapan air ini masih layak untuk dipertahankan sebagai habitat berbagai organisme dan dialihkan fungsi untuk meningkatkan manfaatnya.

Dibuatnya daerah tangkapan air yang di daerah ini dikarenakan daerah ini sangat kurang akan keberadaan air. Yang mana air sangat diperlukan untuk pengairan sawah serta kebun petani, belum lagi untuk keperluan lainnya. Dari bendungan inilah petani bergantung. Akibat hujan yang turun akhirnya tertampunglah air di bendungan ini. Hutan-hutan kecil yang berada di sekitar kawasan ini juga ikut berperan atas ketersediaan air bagi bendungan tersebut. Di mana melalui proses evaporasi serta evapotranspirasi dari siklus hidrologi tumbuhan-tumbuhan mampu menyimpan air dalam jumlah yang banyak oleh akar sehingga mengairi bendungan di kawasan ini.

PANTAI TABANIO

Tabanio hanyalah desa kecil di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Di peta kabupaten, lokasi desa di tepi Laut Jawa itu nyaris tak tampak. Dari kota kabupaten, Pelaihari, Tabanio bisa dicapai dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan melintasi jalan beraspal sepanjang 23 km atau 83 km dari Kota Banjarmasin.

Dengan luas 62 kilometer persegi, Desa Tabanio saat ini dihuni sekitar 850 keluarga, 70 persen di antaranya nelayan tradisional. Mereka mulai melaut sejak 20-an tahun silam. Dari sisi ekonomi, nelayan tradisional Tabanio boleh dibilang hidup berkecukupan. Indikasinya, semua keluarga nelayan di desa tersebut memiliki kapal sendiri untuk sarana melaut. Di Tabanio saat ini terdapat dua TK (taman kanak-kanak), tiga gedung SD (sekolah dasar), dua Madrasah Tsanawiyah, dan satu SLTP (sekolah lanjutan tingkat pertama) Negeri. Dari 210 anak usia sekolah yang ada, 197 orang di antaranya tercatat bersekolah di SD.

Pantai Tabanio, Kecamatan Takisung, Tanah Laut, yang merupakan kawasan pantai, hutan mangrove dan persawahan pasang surut merupakan rona alam yang membentang dari garis pantai menuju daratan. Saya sangat prihatin sekali dengan kondisi di Pantai Tabanio itu. Keadaan di Pesisir pantai kurang begitu kondusif dikarenakan banyaknya terdapat ranting-ranting kayu yang berserakan dan sampah-sampah. Hal ini sangat menyedihkan, mengingat potensi kawasan pesisir pantai yang sebenarnya sebagai objek wisata menjadi tidak terawat. Selain itu, kini semakin gersang menyusul musnahnya pepohonan alam di pantai setempat akibat gerusan abrasi dimana terjadi fluktasi air setiap tahunnya. Bertumbangannya pepohonan di Pantai Tabanio menunjukkan betapa sporadisnya abrasi. Hal ini dapat dilihat dengan jelas setiap tahun hampir 5 depa hilangnya bagian tepi dari pantai ini, yang awalnya ada di bibir pantai kini meluas.

Gambar Pantai Tabanio

Dengan kondisi Pantai Tabanio sebaiknya penduduk dan pemerintah melakukan upaya untuk meminimalisir hal ini. Saat ini langkah pertama yang lebih tepat dilakukan adalah mengamankan pantai setempat melalui pembangunan bronjong. Jika bangunan pemecah gelombang ini telah dibangun diyakini abrasi bisa diatasi atau setidaknya diperkecil dampak gerusannya. Selain itu, dengan melakukan penghijauan dan penanaman hutan bakau, harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi alam. Penghijauan di Pantai Tabanio bisa dilaksanakan jika pantai setempat telah dilengkapi bronjong (bangunan pemecah gelombang), walaupun sebenarnya cara ini kurang efektif karena lama dalam hal pertumbuhan hutan bakau tersebut. Tetapi dengan melakukan penanaman hutan bakau itu setidaknya dapat mengurangi terjadinya abrasi.

Gambar Keadaan Pantai Akibat Abrasi

Daerah Tabanio merupakan daerah pantai yang siklus hidrologinya menggunakan proses evaporasi, penguapan langsung terjadi di daerah tersebut, kemudian air yang menguap tadi jatuh sebagai presipitasi dalam berbentuk hujan. Air yang ada dilaut, didaratan, disungai, di tanaman, dan sebagainya mengalami penguapan menjadi uap gas akibat panas matahari. Kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air selanjutnya akan turun (presipitasi) dalam bentuk hujan. Hujan yang turun dipermukaan daratan, kemudian airnya ada yang akan terserap kedalam tanah, menggenangi rawa atau danau dan mengaliri melalui sungai-sungai menuju laut kembali.

Di daerah Tabanio yang merupakan daerah pantai, disana terdapat adanya sumber salinitas karena salinitas merupakan larutan garam yang terkandung dalam air/fluida yang dapat mempengaruhi kualitas air. Air dengan larutan garam yang tinggi akan tidak baik untuk sistem irigasi ataupun kebutuhan air bersih masyarakat. Namun, untuk sejumlah garam didalam air ada angka-angka yang masih dapat dijalan untuk berbagai macam keperluan. Persoalan salinitasi itu akan timbul jika jumlah garam yang ada melebihi dari yang diijinkan tanpa ada usaha untuk mencegah akumulasi garam tersebut. Dimana salinitas di daerah Tabanio tersebut kurang lebih mencapai 30%. Efek salinitas berpengaruh terhadap kesehatan manusia, tanaman dan tanah. Penurunan kualitas dan potabilitas air yang berdampak pada kesehatan dan aktifitas manusia. Untuk debit air Pantai Tabanio menyusut karena cuaca yang panas terus-menerus.

0 comments on " "

Post a Comment


Gabung di sini yaa...!!!

 

CheN_poenya_Blog!!! Copyright 2008 Fashionholic Designed by Ipiet Templates Supported by Tadpole's Notez