Saturday, April 18, 2009

homework EKOLOGI HEWAN

1 comments

EKOLOGI HEWAN_CHEN


EKOLOGI HEWAN

Nama : Cendrawati Pangabdi

NIM : J1C106016

Dosen Mata Kuliah : Drs. Krisdianto, M.Sc

QUESTION :

1. Jika hewan betina menjadi penentu territory, sebutkan dan jelaskan mekanisme yang dilakukan untuk mempertahankan territoty tersebut.

2. Jika hewan jantan menjadi penentu territory, maka dia akan mempertahankan berdasarkan kualitas territorinya. Semakin baik kualitas territory semakin besar energi/harga yang harus dikeluarkan/dibayarkan. Jelaskan maksud pernyataan di atas.

3. Dalam menggunakan kemampuan mengubah warna (biocoloration) apa perbedaan antara karakter interspesifik dan intraspesifik dan bagaimana proses ini dapat berlangsung.

4. Apa perbedaan antara Mulerian dan Batesian coloration, berikan contoh siapa yang menggunakan dan untuk tujuan apa kedua fenomena ini terjadi. Apa manfaat kedua proses tersebut bagi hewan.

ANSWER :

1. Jika betina yang menjadi penentu territory maka betina melakukan beberapa mekanisme yaitu menarik perhatian pasangannya (jantan), hewan betina biasanya akan memilih jantan yang cocok menjadi pasangannya. Ketika teritori digunakan sebagai tempat seleksi seksual, maka hewan betina akan memilih hewan jantan berdasarkan kualitas territorinya, sebagai contoh biasanya burung manyar jantan menenun sarang dan mempergunakannya sebagai suatu format peraga untuk menggoda calon betina. Sang jantan mencari helai-helai rumput panjang, dipotong dengan paruhnya, dan mulailah membuat sarangnya, merancang bak arsitek dan bereksplorasi layaknya ilmuan, berusaha memadukan kekuatan, keindahan, kenyamanan sarang pertama mereka. Terus, apa yang dilakukan manyar betina, mereka bersantai saja, sambil memperhatikan jantan bekerja, mereka tinggal memilih pasangan. Manyar jantan itu membuat beberapa sarang, tapi juga tidak mereka selesaikan, ketika sudah setengah jadi, maka betina membuat keputusan untuk menentukan sarang mana yang dipilih, dan jantan mana yang beruntung terpilih sarangnya. Yang kedua karena betina secara umum mempunyai kemampuan untuk bereproduksi maka betina ini akan terus bereproduksi untuk mempertahankan territorinya. Territori digunakan sebagai tempat membesarkan anak-anaknya, maka betina harus menjaga dan mempertahankan teritori.

2. Hewan mempertahankan wilayah teritorial yang berisi sarang, gua atau tempat yang digunakan untuk perkawinan dan sumber daya yang memadai. Jika proses mempertahankan teritori memerlukan biaya, maka biaya yang dikeluarkan haruslah seimbang dengan kualitas teritori. Ketika teritori digunakan sebagai tempat seleksi seksual, maka hewan betina akan memilih hewan jantan berdasarkan kualitas teritorinya, maka hewan jantan harus fokus untuk menjaga dan memepertahankan kualitas teritorinya. Si jantan juga harus mempunyai teritori untuk menarik si betina. Dan teritori digunakan sebagai tempat membesarkan anak-anaknya, maka kedua induknya harus menjaga dan mempertahankan teritori terutama si jantan. Serta territorial yang terdapat sumber daya diarahkan untuk menyediakan sumber daya yang cukup untuk individu atau kelompok, daerah teritori yang lebih luas mempunyai kualitas yang baik dan mungkin mempunyai sumber daya yang lebih banyak maka hewan jantan akan mengeluarkan lebih banyak energi untuk mempertahankan. Semakin baik kualitas teritori maka semakin banyak diperebutkan, kompetisi dan fighting untuk mempertahankan teritori. Banyak teritorial mamalia ditandai dengan wewangian yang digunakan untuk sinyal yang menandai batas wilayah mereka, yang mungkin tanda didepositkan oleh pengencingan, oleh pembuangan air besar, atau oleh gosokan bagian badan-badan khusus.

3. Sebagian hewan mengembangkan sistem komunikasi antar sesamanya dengan berbagai cara. Namun demikian salah satu yang penting ada yang mengembangkan alat komunikasi dengan perubahan warna. Proses ini disebut dengan biocoloration, yang melibatkan perubahan warna. Makna dari perubahan warna tersebut adalah untuk:

  1. Mempromosikan/ menarik perhatian/ mengiklan

  2. Memberikan warna yang mengejutkan (optical signal)

Perbedaan antara karakter intraspesifik dan interspesifik, karakter intraspesifik adalah karakter di lingkungan atau habitat hewan dengan sesama spesies itu sendiri. Sedangkan karakter interpesifik adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan keadaan di luar lingkungan suatu spesies dengan organisme lainnya.

Interaksi intraspesies adalah hubungan antara organisme yang berasal dari satu spesies, sedangkan interaksi interspesies adalah hubungan yang terjadi antara organisme yang berasal dari spesies yang berbeda.

Intraspesific : untuk menarik pasangan, displai teritori (menunjukan kekuasaan)

Interspesific :untuk pertahanan (kamuflase, menyesuaikan dengan latar belakang (cryptic) dan memberikan peringatan (warning).

Proses ini dapat berlangsung jika hewan ingin menemukan makanannya/mangsanya dan melindungi dirinya atau menghindari serangan dari musuh/hewan yang dianggap berbahaya.

4. Dalam peniruan pesan (atau fitur sinyal) dari satu organisme, yang meniru, menyerupai beberapa pesan dari organisme lain yang biasanya termasuk spesies yang berbeda, beberapa fitur lingkungan, atau generalisasi yang baik dari orang-orang, yang disebut sebagai model. Persamaan ini harus mempunyai beberapa fungsi untuk meniru karena tipu untuk ketiga peserta, penerima. Ada yang luar biasa di antara berbagai kasus peniruan di alam. Meniru-niru pesan dapat ditransfer dalam visual, berhubungan dgn, kimia, dan lainnya berkenaan dgn peraba frekuensi saluran atau binatang yang digunakan untuk komunikasi. Mimikri dapat juga didasarkan pada banyak hubungan ekologis seperti predasi, simbiosis, parasitisme, dan dapat menggunakan berbagai fungsi kehidupan seperti makan, reproduksi, dan pertahanan.

Mimikri Mullerian : merupakan mimikri yang dilakukan oleh serangga, tapi baik serangga yang menyerupai (mimik) ataupun yang ditiru (model) sama-sama tidak layak dimakan (unpalatable).
Mimikri yang dilakukan oleh hewan untuk meniru hewan lain baik itu penampakkan dalam hal warna serta tingkah laku. Hewan yang menjadi objek untuk ditiru warna dan tingkah lakunya adalah hewan yang tidak disukai atau bukan makanan dari predator yang akan memangsanya. Jadi seekor hewan yang yang sadang berada dalam ancaman predator akan berusaha menghindari predator dengan cara mengubah warna dan tingkah laku seperti hewan yang tidak disukai atau bukan makanan dari si predator.

Mimikri Batesian : merupakan mimikri organisme yang menyerupai organsime yang berbahaya, dan serangga yang menyerupai layak dimakan, mimikri yang dilakukan oleh hewan meniru warna dan tingkah laku dari hewan yang lebih ganas atau buas dan bukan merupakan makanan dari predator.

Pada dasarnya, hewan ini dikenal sebagai meniru, belajar menghindari, mengambil keuntungan dari kenyataan bahwa binatang lain telah belajar untuk menjauhi binatang dengan tanda-tanda tertentu.

Tujuan fenomena ini terjadi untuk pertahanan dengan bentuk atau warna yang merupakan perhatian bahaya bagi organisme lain, dimana suatu organisme menyerupai organisme lain yang dijauhi atau dihindari, sehingga organisme lain (predatornya) tidak memakannya. Karena setiap organisme mempunyai musuh atau musuh alami, untuk itu perlu pertahanan diri untuk menghadapi serangan dari musuh alaminya.

Manfaat dalam mempertahankan diri, selain mempunyai kemampuan secara fisik, seperti berlari, terbang, meloncat, berenang atau menyelam, serangga juga mempunyai perilaku pertahan diri yang lain seperti penyamaran, aposematik dan mimikri, sehingga musuh alaminya tidak mengetahui keberadaannya supaya terhindar dari predator atau organisme yang dianggap berbahaya.


Selengkapnya...


Gabung di sini yaa...!!!

 

CheN_poenya_Blog!!! Copyright 2008 Fashionholic Designed by Ipiet Templates Supported by Tadpole's Notez